Liturgi Minggu, 22 Maret 2026
Minggu, 22 Maret 2026
Ayat Penuntun
- Hukum Kasih Kejadian 1:25-26
- Berita Anugerah Roma 8:18-21
- Litani Mazmur Mazmur 130:1-4
- Persembahan Mazmur 65:12-14
Nyanyian (8)
Arah Pewartaan
Seringkali Allah bekerja justru di tengah situasi yang tampak paling tanpa harapan. Dalam penglihatan Yehezkiel, tulang-tulang yang kering dan mati dapat hidup kembali ketika Roh Tuhan bekerja. Ini menegaskan bahwa bagi Allah, kematian, baik secara fisik maupun batin, bukan akhir. Mazmur 130 menyuarakan jeritan manusia dari kedalaman, namun juga harapan yang bersandar pada Tuhan yang penuh kasih setia dan pengampunan. Paulus dalam Roma menegaskan bahwa Roh Allah yang membangkitkan Kristus dari kematian kini juga tinggal di dalam kita. Hidup yang dikuasai Roh membawa kehidupan dan damai sejahtera, bukan lagi kematian. Injil Yohanes memperlihatkan puncaknya dalam kebangkitan Lazarus: Yesus hadir di tengah duka dan kematian, lalu berseru, βLazarus, marilah keluar!β Firman itu bukan hanya membangkitkan Lazarus, tetapi menyatakan bahwa Yesus sendiri adalah kebangkitan dan hidup. Maka, dari kematian menuju kehidupan berarti membuka diri pada karya Roh dan percaya bahwa di tangan Tuhan, harapan selalu dapat dibangkitkan kembali.
Pelayan Firman
Cut Meutia
06.00 WIB
Pdt. Kartini Astuti, M.Si.
09.00 WIB
Pdt. Simon Rachmadi, M.Hum.MA.
Cikarang
08.00 WIB
Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
File Warta
Live Streaming
Cut Meutia
Karawang
Video terbaru dari channel YouTube masing-masing lokasi.
Diperbarui setiap 30 menit.
Ayat Penuntun
- Hukum Kasih Kejadian 1:25-26
- Berita Anugerah Roma 8:18-21
- Persembahan Mazmur 65:12-14
Nyanyian (7)
Arah Pewartaan
Seringkali Allah bekerja justru di tengah situasi yang tampak paling tanpa harapan. Dalam penglihatan Yehezkiel, tulang-tulang yang kering dan mati dapat hidup kembali ketika Roh Tuhan bekerja. Ini menegaskan bahwa bagi Allah, kematian, baik secara fisik maupun batin, bukan akhir. Mazmur 130 menyuarakan jeritan manusia dari kedalaman, namun juga harapan yang bersandar pada Tuhan yang penuh kasih setia dan pengampunan. Paulus dalam Roma menegaskan bahwa Roh Allah yang membangkitkan Kristus dari kematian kini juga tinggal di dalam kita. Hidup yang dikuasai Roh membawa kehidupan dan damai sejahtera, bukan lagi kematian. Injil Yohanes memperlihatkan puncaknya dalam kebangkitan Lazarus: Yesus hadir di tengah duka dan kematian, lalu berseru, βLazarus, marilah keluar!β Firman itu bukan hanya membangkitkan Lazarus, tetapi menyatakan bahwa Yesus sendiri adalah kebangkitan dan hidup. Maka, dari kematian menuju kehidupan berarti membuka diri pada karya Roh dan percaya bahwa di tangan Tuhan, harapan selalu dapat dibangkitkan kembali.
Pelayan Firman
Cut Meutia
06.00 WIB
Pdt. Kartini Astuti, M.Si.
09.00 WIB
Pdt. Simon Rachmadi, M.Hum.MA.
Cikarang
08.00 WIB
Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
File Warta
Live Streaming
Cut Meutia
Karawang
Video terbaru dari channel YouTube masing-masing lokasi.
Diperbarui setiap 30 menit.