Liturgi Minggu, 11 Januari 2026
Minggu, 11 Januari 2026
Ayat Penuntun
- Hukum Kasih Filipi 2:5-8
- Berita Anugerah Yesaya 1:18
- Persembahan Mazmur 96:8-9
Nyanyian (8)
Arah Pewartaan
"Permintaan Yesus untuk dibaptis adalah tindakan egaliter dan solidaritas-Nya kepada dunia. Ia menempatkan diri menjadi sama seperti manusia berdosa, menghapus jarak antara Allah Maha kudus dan manusia pendosa agar terjadi perjumpaan kasih. Demikian Yesus memulai karya-Nya di dunia yang gentar oleh berbagai ketidakpastian dan pergumulan dimulai. Ia menemani, mengalami dan merasakan semua kegentaran dunia bahkan menanggung hukumannya untuk menyapu habis ketakutan umat.
Yesaya menggambarkan Mesias dengan sosok hamba yang penuh Roh Allah untuk menyatakan hukum bukan dengan teriakan nyaring tetapi dengan tindakan kasih yang menyelamatkan, agar buluh yang patah terkulai tidak putus, dan sumbu pudar tidak padam. Untuk itu pula Allah memanggil Israel untuk memulihkan sesama yang menderita dan tersisih.
Pemasmur menggambarkan kuasa Allah yang ada di tengah dahsyatnya bencana. Meskipun Ia bisa menghancurkan apa saja tetapi tidak sewenang-wenang . Kita masih bisa berdoa seperti Daud: ""TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!""
Petrus memberitakan bahwa Tuhan tidak rasis dan rasial. Semua bangsa mempunyai kesempatan yang sama untuk menerima kabar baik dan pengampunan dosa dalam Kristus. Yesus menolong tidak membedakan bangsa dalam menolong. Ia dan saksi-saksi pertamaNya memang berada dalam konteks bangsa tertentu tetapi kabar baik yang dibaik yang dibawanya untuk segala bangsa/ dunia yang gentar ini.
Tema ini mengajak kita untuk melihat dan memberitakan wajah Tuhan yang solider, egaliter dan tidak rasis. Gereja dan jemaat dipanggil untuk menghapus wajah Tuhan yang menakutkan karena Yesus datang menebar ketakutan tetapi untuk mengatasinya."
Yesaya menggambarkan Mesias dengan sosok hamba yang penuh Roh Allah untuk menyatakan hukum bukan dengan teriakan nyaring tetapi dengan tindakan kasih yang menyelamatkan, agar buluh yang patah terkulai tidak putus, dan sumbu pudar tidak padam. Untuk itu pula Allah memanggil Israel untuk memulihkan sesama yang menderita dan tersisih.
Pemasmur menggambarkan kuasa Allah yang ada di tengah dahsyatnya bencana. Meskipun Ia bisa menghancurkan apa saja tetapi tidak sewenang-wenang . Kita masih bisa berdoa seperti Daud: ""TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!""
Petrus memberitakan bahwa Tuhan tidak rasis dan rasial. Semua bangsa mempunyai kesempatan yang sama untuk menerima kabar baik dan pengampunan dosa dalam Kristus. Yesus menolong tidak membedakan bangsa dalam menolong. Ia dan saksi-saksi pertamaNya memang berada dalam konteks bangsa tertentu tetapi kabar baik yang dibaik yang dibawanya untuk segala bangsa/ dunia yang gentar ini.
Tema ini mengajak kita untuk melihat dan memberitakan wajah Tuhan yang solider, egaliter dan tidak rasis. Gereja dan jemaat dipanggil untuk menghapus wajah Tuhan yang menakutkan karena Yesus datang menebar ketakutan tetapi untuk mengatasinya."
Pelayan Firman
Cut Meutia
06.00 WIB
Pdt. Ribka Evelina Pratiwi
09.00 WIB
Pdt. Ribka Evelina Pratiwi
Cikarang
08.00 WIB
Pdt. Samuel Silo Samekto, S.Th
Karawang
08.00 WIB
Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
File Warta
Live Streaming
Cut Meutia
Cikarang
Karawang
Video terbaru dari channel YouTube masing-masing lokasi.
Diperbarui setiap 30 menit.