Liturgi Minggu, 04 Januari 2026
Minggu, 04 Januari 2026
Ayat Penuntun
- Hukum Kasih Roma 14:8
- Berita Anugerah 1 Yohanes 4 : 9
- Persembahan Matius 2:11
Nyanyian (8)
Arah Pewartaan
"Sejak dulu kala Pemasmur mengingatkan Yerusalem untuk memegahkanlah TUHAN, sebab Tuhanlah yang melindungi kota itu, memberkati anak-anak mereka, memberikan kesejahteraan dan mengenyangkan dengan gandum yang terbaik dan firman-Nya.Keadaan seperti itu adalah anugerah luar biasa.
Kondisi Bangsa Israel hancur lebur dalam pembuangan di Babil, yang tinggal hanyalah sisa-sisa bagsa itu. ""Sisa-sisa"" menggambarkan sebagian kecil yang masih tertinggal dari bangsa Israel yang besar bukan hanya sisa penduduknya tetapi sisa-sia semangat, harapan, sukacita, dan perekonomiannya. Namun, dari sisa-sisa itu Allah mampu memulihkan bangsa itu seperti bahkan lebih dari sebelumnya.
Saat Tuhan Yesus datang, keadaan dunia lebih parah lagi, dunia tidak mengenal dan menolak Dia. Bangsa Israel yang menantikan Mesias pun bersikap sama. Kondisi ini menggambarkan bahwa relasi manusia/dunia dengan Tuhan tidak hanya terganggu atau rusak tetapi benar-benar putus karena dikuasai maut dan kegelapan sehingga tidak ada sisa-sisa pengenalan akan Allah yang benar lagi. Di tengah dunia yang demikianlah Yesus datang membawa hidup dan terang bagi manusia. Karya penyelamatan Yesus adalah memulihkan dunia yang tidak mengenal-Nya, agar kembali percaya dan menjadi anak-anak Allah.
Pemulihan ini sangat radikal Menurut Paulus, karena status sebagai anak-Allah hanya bisa terjadi dengan kerelaan atau perkenan Allah menebus kita dari dosa dengan darah Kristus. Status itu kemudian dimeteraikan dengan Roh Kudus untuk menjamin kita memperoleh kesempurnaan keselamatan.
Tema ini mengajak kita untuk menghargai dan menggunakan hidup dengan bersyukur dan memuliakan Tuhan dalam keadaan baik, tetap berpengharapan saat hidup terasa tinggal ""puing-puing"" bahkan ""tanpa ada yang sisa"" karena Yesus lahir untuk melakukan pemulihan radikal bahkan saat hidup terasa hancur total."
Kondisi Bangsa Israel hancur lebur dalam pembuangan di Babil, yang tinggal hanyalah sisa-sisa bagsa itu. ""Sisa-sisa"" menggambarkan sebagian kecil yang masih tertinggal dari bangsa Israel yang besar bukan hanya sisa penduduknya tetapi sisa-sia semangat, harapan, sukacita, dan perekonomiannya. Namun, dari sisa-sisa itu Allah mampu memulihkan bangsa itu seperti bahkan lebih dari sebelumnya.
Saat Tuhan Yesus datang, keadaan dunia lebih parah lagi, dunia tidak mengenal dan menolak Dia. Bangsa Israel yang menantikan Mesias pun bersikap sama. Kondisi ini menggambarkan bahwa relasi manusia/dunia dengan Tuhan tidak hanya terganggu atau rusak tetapi benar-benar putus karena dikuasai maut dan kegelapan sehingga tidak ada sisa-sisa pengenalan akan Allah yang benar lagi. Di tengah dunia yang demikianlah Yesus datang membawa hidup dan terang bagi manusia. Karya penyelamatan Yesus adalah memulihkan dunia yang tidak mengenal-Nya, agar kembali percaya dan menjadi anak-anak Allah.
Pemulihan ini sangat radikal Menurut Paulus, karena status sebagai anak-Allah hanya bisa terjadi dengan kerelaan atau perkenan Allah menebus kita dari dosa dengan darah Kristus. Status itu kemudian dimeteraikan dengan Roh Kudus untuk menjamin kita memperoleh kesempurnaan keselamatan.
Tema ini mengajak kita untuk menghargai dan menggunakan hidup dengan bersyukur dan memuliakan Tuhan dalam keadaan baik, tetap berpengharapan saat hidup terasa tinggal ""puing-puing"" bahkan ""tanpa ada yang sisa"" karena Yesus lahir untuk melakukan pemulihan radikal bahkan saat hidup terasa hancur total."
Pelayan Firman
Cut Meutia
06.00 WIB
Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
09.00 WIB
Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
Cikarang
08.00 WIB
Pdt. Em. Wisnu Tri Handayani, S.SI.
Karawang
08.00 WIB
Pdt. Ribka Evelina Pratiwi
File Warta
Live Streaming
Cut Meutia
Cikarang
Karawang
Video terbaru dari channel YouTube masing-masing lokasi.
Diperbarui setiap 30 menit.